Showing posts with label Humor Dewasa. Show all posts
Showing posts with label Humor Dewasa. Show all posts

Beda Betina

Pada suatu kunjungan di peternakan sapi, sepasang suami istri mendapat penjelasan bahwa sapi di sana sehat-sehat dan kuat.

Pemandu: Bapak dan ibu, ini sapi dari Selandia Baru sangat kuat, dalam sehari bisa berhubungan sampai 5 kali

Istri: Tuh Pak, 5 kali sehari. Bisa nggak?

Pemandu: Bapak dan ibu, kalau ini sapi Australia, lebih kuat lagi. Dalam sehari bisa sampai 10 kali.

Istri: Tuh Pak, sampai 10 kali, bayangin!

Suami: Pak pemandu, itu 10 kali dengan betina yang sama apa nggak?

Pemandu: Ya beda-beda dong, Pak.

Suami: Tuh Ma, betinanya beda-beda. Boleh nggak?

Pengantin Baru

Sepasang pengantin baru melewatkan malam pertama di rumah ibu mempelai wanita
yang sudah lama menjanda. Yuyun, si pengantin wanita duduk di tepi ranjang saat
suaminya mulai membuaka baju. Yuyun menjerit demi melihat dada suaminya yang
berbulu lebat dan hitam itu. Dengan ketakutan dia berlari ke bawah dan menemui
ibunya.
"Tubuhnya seperti binatang Bu" tangisnya.
"Kalem saja" kata ibunya. "Naiklah keatas dan lakukan tugasmu layaknya isteri
yang baik"
Yuyun balik lagi kekamarnya yang ada diatas dan saat itu suaminya sedang
melepas celana panjangnya. Kakinya juga penuh dengan bulu. Yuyun lari lagi ke
bawah dengan menjerit. "Ibu, kakinya seperti monyet"
"gadis bodoh, pergil;ah ke kamarmu dan layani suamimu dengan baik" "jangan
memalukan ibu mu"
Yuyun pun balik lagi ke kamarnya. Saat itu di dapatinya suaminya telah tidur
telanjang menunggu istrinya yang masih gadis ingusan itu. Yuyun menjerit lagi
dan lari kebawah. "Ibu, miliknya besar sekali, Yuyun takut" tangis Yuyun.
"Goblok, sekarang kamu tetap disini. Ibu yang akan naik keatas untuk
mengatasinya. Awas, jangan naik sebelum ibu turun" kata ibunya dengan marah.

Malam Pertama


Hari ini adalah hari pernikahan Anton dengan Indah (samaran aja kok bukan beneran!), dua sejoli dari sebuah dusun. Dua sejoli ini sama-sama gak tahu yang harus dilakukan pada malam pertama.
Jadi pada malam pertama mereka tidak diisi dengan "adegan-adegan" yahut, mereka hanya tidur bareng aja.
Esoknya ayah Anton bertanya, "Gimana, Ton? Asyikkan malam pertamanya?"
Si Anton menjawab polos, "Biasa aja kok Pak! kita kan hanya tiduran biasa."
Ayah Anton heran, "Lho jadi kalian nggak gitu-gitu?"
"Gitu-gitu gimana to Pak?", tanya Anton.
Dengan bijaksana Ayah Anton menjelaskan, "Gini lho Tole! kalo malam dalam rumah tangga, kamu diwajibkan untuk berhubungan intim dengan istri. Caranya 'adek' kamu dimasukkin ke 'itu' nya istrimu!"
Mendapat penjelasan dari Ayahnya, Anton langsung mempraktekkan pada malam harinya.
Esoknya Ayah Anton kembali bertanya, "Gimana? Asyikkan?"
Si Anton menjawab dengan polos juga, "Asyik gimana, kan cuma dimasukin doang!"
Ayah Anton heran lagi, "Cuma dimasukin? Gak dikeluarin?"
"Lho gimana to, Pak? Katanya dimasukin kok disuruh dikeluarin?", tanya Anton.
Dengan bijaksana Ayah Anton memberi solusi, "Gini aja, Le! nanti malam Bapak ada di luar deket kamar kamu! Bapak akan bawa kenthongan, nanti kalo kamu denger suara THUNG itu tandanya dimasukin, kalo denger suara THUNG lagi itu tandanya ditarik! Ok?"
"Oke deh, Pak!", jawab Anton.
Malamnya Ayah Anton sudah bersiap di luar rumah dekat kamar Anton dan Indah dengan kenthongannya. Si Anton pun udah bersiap diri.
Pada saat yang tepat Ayah Anton membunyikan 1 bunyi kenthongan THUNG, mendapat tanda itu si Anton langsung memulai tugasnya untuk "masuk". Beberapa detik kemudian terdengar suara THUNG lagi, dan Anton langsung "ditarik". Beberapa detik kemudian terdengar suara THUNG lagi, dan Anton langsung "masuk", begitu seterusnya hingga suara kenthongan menjadi lebih cepat dengan tempo sedang.
"THUNG… THUNG… THUNG… THUNG… THUNG… THUNG… THUNG… THUNG…"
Anton pun mengikuti irama dan akhirnnya Anton dan istrinya pun mendapatkan makna yang sesungguhnya tentang malam pertama.
Tanpa diduga datang segerombolan petugas rondha yang sama-sama membunyikan kenthongan dengan tempo yang cepat. Suara kenthongan itu bersatu dengan suara kenthongan Ayah Anton, sehingga tempo dari suara kenthongan menjadi secepat tempo lagunya Metallica. Tempo ini pun diikuti Anton.
THAK THUNG THUNG THUNG TERRR THAK THUNG THUNG THUNG TERRR THAK THUNG THUNG THUNG TERRR THUNG THUNG THUNG THUNG THUNG THAK THUNG THUNG THUNG TERRR THUNG THUNG THUNG THUNG THUNG THAK TERRRR THUNG THUNG THUNG THUNG THUTNG THUTNG THUNG THUNG THUNG THUNG GLERRR.
"BAAAAAAAAPPPPPPPAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKK…………….!!!", jerit Anton.

Pengantin baru

Pengantin Baru Malam Pertama
Ini Menceritakan tentang pengantin baru yang berduaan di kamar. Pada tengah malam pertama itu, tiba-tiba
Istri: (Mengerang) “Aduh, sakitnya bang! Bagaimana nih kisah malam pertama bang.?”
Suami: (Menenangkan) “Jangan nangis Sayang, nanti emak ayah dengar mereka mungkin belum tidur lagi tu.”
Kebetulan kamar mertua hanya bersebelahan kamar tidur pengantin.
Isteri: (Teresak esak mengerang) “Sakitnya Bang.”
Tapi kerana tidak dapat menahan sakit, isterinya tambah kuat mengerang.
suami: (Kuat sedikit suaranya) “Sabar Sayang! Tahan saja, besok baru cabut.”
Sejak dari tadi si mertua lelaki masih belum tidur. Dia memang terdengar anak perempuannya mengerang, tapi dia tidak peduli, biasalah malam pengantin fikirnya. Tapi kali ini dia sudah hilang sabar, karena anak perempuanya terus menerus mengerang kesakitan. Dia bangun, pergi ke kamar pengantin
Mertua: (Menendang pintu kamar pengantin dan berteriak) “Ada apa ini? Tak faham aku? Anak aku bisa mati kalau besok baru kau cabut! CABUT SEKARANG JUGA!”
(Terkejut besarlah kedua pengantin itu).
Pengantin Perempuan: (Sambil tersipu-sipu) “Abah, sakit gigi takan mati, lagipun mana ada klinik Gigi yang buka 24 jam?”

Pengantin dan Penjahat


Pada suatu hari seorang pembunuh yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup melarikan diri. Ia lalu bersembunyi di rumah sepasangan pengantin baru. Tanpa pikir panjang ia segera mengikat si pengantin pria ke kursi dan si pengantin wanita ke tempat tidur. Sang pengantin pria tak mampu berbuat banyak ketika si napi itu menjambak istrinya dan menciumnya. Ia baru bisa mendekati istrinya ketika si napi itu keluar dari ruangan.
Suami: “sayang, aku melihatnya menciummu, mungkin ia berbuat seperti itu karena sudah lama tidak melihat wanita. Aku minta padamu, lakukan apa saja yang ia minta, bahkan jika ia memintamu melayaninya. Jangan buat ia marah ingatlah bahwa hidup kita tergantung pada hal ini.” (Sambil menatap kasihan pada istrinya).
Istri: (Menatapnya) “Ia tidak menciumku, ia hanya berbisik padaku bahwa menurutnya engkau tampan dan seksi, ia juga bertanya apakah kita punya vaselin di kamar mandi.”